Sabtu, 22 Oktober 2011

Gejala Selip kopling

Gejala-gejalanya dapat dirasakan dengan melakukan pengujian. Kopling yang selip tidak dapat diketahui dengan mudah apalagi pada waktu masih dalam tahap permulaan. Namun demikian, gejala-gejalanya dapat dirasakan dengan melakukan pengujian seperti berikut ini :
  1. Pasanglah rem parkir, kemudian start mesin kendaraan.
  2. Pijaklah pedal kopling, masukkan persneling pada gigi satu atau dua. Lalu naikkan putaran mesin dengan memijak pedal gas namun pedal kopling tetap masih diinjak.
  3. Kemudian lepaskan pedal kopling perlahan–lahan. Rasakanlah apabila ternyata putaran mesin tidak berubah atau malah berkurang bahkan mesin cenderung mati maka dapat dipastikan bahwa kopling mengalami selip.
  4. Disamping itu gejala selip kopling akan disertai dengan tanda-tanda lain yaitu : mesin tidak dapat menghasilkan daya penuh, bahan bakar cepat habis, mesin cepat panas, sesekali tercium bau benda terbakar di sekitar kopling.
  5. Jika mobil Anda mengalai gejala-gejala tersebut , segera lakukan perbaikan ke bengkel.

Tips Menyelaraskan Roda Kendaraan

Selaraskan roda-roda kendaraan agar tidak menyebabkan penurunan jarak tempuh. Setiap mobil dirancang agar roda-rodanya berjalan dengan selaras dan dengan arah yang sama. Untuk itulah roda-roda kendaraan harus memenuhi batas toleransi sudut-sudut penyetelan roda. Jika tidak maka roda akan mengalami keausan yang tidak merata sehingga bisa membuat resiko tidak aman dikemudikan dan menyebabkan penurunan jarak tempuh kendaraan. Apa saja yang perlu diselaraskan ?

  1. Toe / sudut jari : yaitu sudut antara garis-garis tengah roda pada posisi tampak atas kendaraan. Sudut jari yang ideal pada saat mobil berjalan adalah nol atau roda-roda mobil dalam posisi paralel. Sudut jari makin besar akan mengakibatkan ban semakin aus. Terbagi menjadi : (1) Toe In : sisi depan dua roda sedikit lebih dekat satu sama lain dari bagian bawah atau belakang roda. (2) Toe Out : sisi depan roda terpisah lebih jauh dari sisi belakang.
  2. Caster : adalah sudut antara sumbu pengarah (garis yang melalui join-join bola) dengan garis tengah vertikal roda, sebelah depan dan belakang. Fungsinya : (1) Menjaga stabilitas dan pengendalian arah kendaraan (sudut caster positif). (2) Meningkatkan kemampuan roda untuk balik ke posisi semula setelah belok (arah lurus). (3) Mengurangi usaha untuk pengarahan kendaraan.
  3. Camber : adalah sudut keausan ban. Pada saat tidak ada beban pada kendaraan maka sudut camber nya adalah positif, sebaliknya jika ada beban maka sudut cambernya adalah nol. Sudut camber akan berubah-ubah tergantung kondisi jalan dan belokan. Jika terdapat sudut camber positif dan negatif akan mengakibatkan keausan ban tidak seragam dan cepat.
  4. Sudut belok : adalah perbedaan sudut antara garis roda belakang (garis yang melalui pusatpusat belakang roda), dan roda-depan sebelah luar dan sebelah – dalam pada saat kendaraan berbelok. Variasi sudut belok tidak boleh melebihi 1,5 derajat dari spesifikasinya.
  5. Tinggi suspensi : Jarak antara beberapa titik spesifik dari rangka, bodi, dan sistem suspensi terhadap jalan.
  6. Steering axis inclination / inklinasi sumbu pengarah : adalah busur tempat ayunan pergerakan roda depan akibat pengarahan kendaraan atau sudut antara sumbu pengarahan dengan garis tengah roda. Fungsinya : (1) Menjamin kestabilan kendaraan dan membuat setir yang diputar saat berbelok kembali ke posisi semula. (2) Mengurangi keausan ban. (3) Menjaga roda depan tetap lurus saat berputar.

Kamis, 20 Oktober 2011

Hati-hati, saat penyalaan yang kurang tepat dapat menimbulkan masalah pada mesin. Penyetelan saat penyalaan harus dilakukan dengan tepat. Saat penyalaan yang kurang tepat akan menimbulkan gejala-gejala seperti berikut ini :
  • Saat penyalaan terlalu cepat.
Jika saat penyalaan terjadi terlalu cepat mungkin akan terjadi pembakaran pada manifold pemasukan karena masih ada sisa campuran bahan bakar udara yang tidak masuk ke ruang bakar. Tanda-tanda yang timbul antara lain : saat mesin distarter, maka akan terjadi letupan atau detonasi, penurunan daya. Mesin juga akan mengalami overheating saat mesin bekerja atau bahkan mesin dapat mati dengan tiba-tiba.
  • Saat penyalaan terlalu lambat.
Jika saat penyalaan terlalu lambat akan ada sebagian campuran bahan bakar dan udara yang belum terbakar sempurna dan meletup di manifold / pembuangan. Tanda-tanda yang timbul yaitu daya mesin akan berkurang, boros bahan bakar, dan mesin juga bisa mengalami kepanasan / overheating.

Tips Mengecek Rem Rusak

Tips Mengecek Rem Rusak

Jika rem tidak berfungsi dengan baik, keselamatan Anda menjadi taruhannya. Komponen kendaraan yang bernama rem ini sangat vital kegunaannya yaitu untuk menahan laju ban/roda agar lebih lambat bahkan berhenti sama sekali. Jika rem tidak berfungsi dengan baik, maka keselamatan Anda menjadi taruhannya. Rem yang mengalami gangguan atau kerusakan biasanya ditandai dengan tidak berfungsinya kerja rem dengan baik.
  • Saat pedal rem diinjak secara penuh, jarak antara pedal rem dan lantai kabin terlalu pendek sehingga pedal rem harus diinjak berulang-ulang seperti gerakan memompa agar berfungsi sebagaimana biasanya.
  • Saat pedal rem diinjak, rem tidak berfungsi bahkan saat diusahakan diinjak berulang-ulang seperti gerakan memompa tetap saja rem tidak berfungsi. Keadaan ini biasa disebut rem dalam keadaan blong.
Kedua kondisi di atas sangat berbahaya bagi keselamatan. Dalam keadaan begini kendaraan sebaiknya dijalankan dengan kecepatan rendah dan jaga jarak dengan kendaraan lain. Segera hentikan kendaraan dan menepi dengan hati-hati sampai Anda mendapat pertolongan untuk membawa mobil Anda ke bengkel

Tips Rem Tidak Berfungsi Dengan Baik

Tips Rem Tidak Berfungsi Dengan Baik

Minyak rem yang sudah kotor juga dapat menyebabkan fungsi kerja rem menurun. Apabila Anda merasakan pedal rem ketika diinjak sudah tidak berfungsi dengan baik seperti biasanya itu berarti ada hal yang tidak beres. Keadaan apa saja yang bisa mengurangi fungsi kerja rem ?
  1. Minyak rem sudah kotor / perlu ditambah Periksalah jumlah minyak rem apakah berkurang. Minyak rem yang sudah berwarna hitam dan kotor juga perlu diganti. Segera kunjungi bengkel untuk mengganti minyak rem dan sekaligus membersihkan silinder utama, silinder roda dan saluran-saluran disekitarnya.
  2. Terjadi kebocoran pada beberapa bagian seperti : (1) Kebocoran minyak rem karena pipa-pipa minyak rem dan sambungan-sambungan pipa terdapat lubang. (2) Kebocoran pada tutup silinder rem. (3) Kebocoran pada silinder utama dari system rem.
  3. Apabila terjadi kebocoran bisa menyebabkan udara masuk ke saluran dan menyebabkan timbulnya gelembung udara di dalam saluran minyak rem. Hal ini bisa menyebabkan keadaan dimana pedal rem menjadi kenyal saat diinjak sehingga rem tidak berfungsi dengan baik..
  4. Terjadi keausan yang mengakibatkan jarak bebas antara bidang rem dan selubung rem bertambah besar sehingga jarak antara lantai kabin dan pedal rem pada saat diinjak terlalu sempit. Hal ini bisa menyebabkan rem tidak berfungsi dengan baik.

Tips Saat Mereparasi Kendaraan

Tips Saat Mereparasi Kendaraan

Keamanan & keselamatan saat Anda melakukan pekerjaan juga tidak boleh diabaikan Bukan hanya kebersihan & kerapian saja yang perlu diperhatikan apabila Anda melakukan pekerjaan service ringan atau reparasi mobil di garasi rumah Anda. Namun keamanan & keselamatan saat Anda melakukan pekerjaan juga tidak boleh diabaikan. Apa sajakah itu?
  • Sebelum bekerja di bawah mobil, periksalah terlebih dahulu kedudukan mobil pada tripod stand dengan cara menggoyang-goyangkannya. Saat Anda bekerja di bawah mobil yang terangkat gunakanlah dongkrak dan penyangga yang kokoh untuk menahan mobil Anda.
  • Saat Anda membersihkan bagian kendaraan dengan menggunakan air pressure (tekanan udara), jangan mempermainkan tekanan udara dengan mengarahkan ke badan Anda atau badan orang lain. Hal itu dapat menyebabkan kecelakaan dan dapat berakibat kematian.
  • Berhati-hatilah dengan cairan-cairan yang menetes pada saat melakukan pekerjaan seperti cairan yang mudah terbakar (bensin, solar, thiner, oli) dan cairan minyak rem / timah hitam. Untuk itu jangan merokok saat bekerja dan hindari penyalaan melalui bunga api dari sistem pengapian, hubungan pendek pada listrik dan pengelasan serta apabila Anda terkena cairan rem / timah hitam, segeralah bersihkan tangan Anda.
  • Saat membuka radiator dalam keadaan motor sedang panas, lakukan dengan pelan-pelan dan hati-hati. Lindungilah tangan dengan kain lap karena air pendingin pada radiator dapat menyemprot ke luar.
  • Lindungilah mata Anda dengan kacamata pelindung saat Anda melakukan pekerjaan menggerinda, mengebor, mengelas atau melakukan pekerjaan dengan menggunakan elektrolit baterai / air keras. Elektrolit baterai adalah campuran air dengan asam belerang. Jagalah mata Anda dari air keras tersebut. Apabila baju Anda terkena air keras harus langsung dibilas dengan air sabun agar tidak rusak.
  • Berhati-hatilah dengan zat-zat yang berbahaya dan beracun. Aturlah ventilasi udara dengan baik sewaktu mobil dihidupkan. Bukalah pintu dan jendela agar sirkulasi udara lancar.
  • Saat membersihkan rem , hindari menggunakan udara tekan sebaiknya gunakan air. Hal itu karena benang / debu asbes pada kanvas rem dan kanvas kopling dapat merusak paru-paru.

Tips merawat mobil - Gangguan pada system suspensi dan kemudi

Tips merawat mobil – Gangguan pada system suspensi dan kemudi

Gangguan Pada System Suspensi dan Kemudi, Kenali penyebab kerusakannya agar segera bisa menentukan antisipsinya. Sistem kemudi dan suspensi bekerja dalam satu hubungan. Biasanya jika salah satu komponen mengalami gangguan bisa menyebabkan komponen lain dalam satu system tidak berfungsi maksimal. Dengan mengenali gangguan pada system suspensi dan kemudi, Anda bisa langsung mengetahui penyebab kerusakan dan segera mengantisipasinya dengan membawa kendaraan ke bengkel. Gangguan apa saja yang biasa terjadi pada system suspensi dan kemudi ? Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Setir sulit digerakkan. Kemungkinan penyebabnya : (a) Terjadi kerusakan pada power steering sehingga tidak bekerja dengan normal. (b) Tekanan ban terlalu rendah. (c) Terjadi gesekan pada roda gigi pengarah, batang-batang penghubung system pengarah, ball joint. (d) Roda-roda depan membentuk sudut caster positif terlalu besar. (e) Pegas suspensi sudah terlalu lentur, dll.
  2. Jarak pergeseran setir terlalu besar dan kendaraan cenderung berbelok saat berjalan sehingga pengemudi harus berusaha menjaga arah kendaraan. Hal ini disebabkan karena terjadi kelonggaran pada system roda gigi pengarah, batang-batang penghubung, pegas daun, dan ball joint. Bisa juga karena bantalan roda sudah aus.
  3. Kendaraan cenderung berbelok ke satu sisi. Hal ini terjadi karena tekanan ban yang tidak sama serta sudut-sudut penyetelan roda yang tidak tepat.
  4. Gangguan pada setir seperti setir berputar sendiri dengan tiba-tiba atau setir susah kembali ke posisi semula setelah melakukan pembelokan.
  5. Terjadi getaran / goyangan yang berlebihan saat kendaraan berbelok.
  6. Keausan ban terjadi terlalu cepat.